Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Keempat tahun 2022

Surabaya – Hadir peserta sejumlah 174 orang yang terbagi atas 85 orang pemakalah kategori artikel riset dan 15 orang pemakalah kategori artikel pengabdian, sisanya adalah mahasiswa yang menjadi partisipan Seminar Nasional. Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP-4) dilaksanakan pagi ini Rabu (6/4) dengan daring secara keseluruhan. Mengambil tema Menuju Indonesia Bangkit dan Tangguh melalui Riset dan Pengabdian Berbasis Teknologi, tujuan utama konferensi ini, pertama untuk mempertemukan ilmuwan, insinyur, peneliti dan praktisi, mahasiswa, dan perwakilan organisasi masyarakat sipil dalam forum ilmiah. Kedua berbagi dan mendiskusikan pengetahuan teoritis dan praktis tentang inovasi dalam disiplin ilmu.

Narasumber yang dihadirkan dalam seminar ini, juga sangat luar biasa, pertama dari University Tokyo Jepang yang merupakan Diaspora ilmuan Jepang dari Indonesia yaitu Associate Professor. Dr. Eng. Muhammad Aziz. Narasumber kedua berasal dari Universitas Gajah Mada yang merupakan guru besar serta sekaligus menjabat Rektor Universitas Trilogi yaitu Prof. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc., Ph.D.

Pemateri pertama mengambil topik; Tantangan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Bangkit dan Tangguh, lebih memberikan gambaran Research Roadmap, dari tahun 2009 hingga tahun 2021 dimana dari pemulihan energi hingga pemanfaatan energi dari limbah, tentunya melibatkan integrasi berbagai jaringan peralatan (Vehicle Grid Integration). “Pahami inovasi dan kebaharuan, tentukan riset yang akan dipilih, jangan lupa essential problems towards harus dikemukakan secara mendasar” terang Aziz.

Prof. Mudrajad panggilan pemateri kedua konsen terhadap topik: Peran Riset dan Pengabdian dalam Meningkatkan Link and Match mewujudkan pembangunan ekonomi. Perlunya hilirisasi hasil riset dan pengabdian agar dimanfaatkan industri dan dunia usaha, sangat ditekankan oleh Prof. Mudrajad. “Ada problematika mendasar saat ini, yaitu Industri dan DUDI membutuhkan kompetensi, sedangkan lulusan hanya memiliki Ijazah, yang ditanyakan oleh pemilik perusahaan adalah kamu bisa apa ? dan penyedia Ijazah lebih berpikir kamu sudah belajar apa ?” jelas Prof. Mudrajad.

Antusias para peserta seminar sangat nampak dari Zoom Meeting yang rata-rata pesertanya on camera. Tidak terasa waktu yang diberikan oleh panitia masing-masing pemateri selama 60 menit terasa sangat singkat. Dimulai pukul 9.30 WIB hingga 12.00 WIB dari acara pembukaan, sambutan-sambutan hingga penyampaian materi. SNHRP-4 ini juga memberikan anugerah poster terbaik kepada tiga pemakalah yaitu; Muhamad Ali Amrizal dengan judul Manajemen Pembinaan Akhlak di Pesantren. Kemudian Permadi Setyonagoro dengan judul Kajian Hukum Urgensi Penerapan Prinsip Fiktif Positif dalam Urusan Administrasi Kepegawaian di Internal Pemerintahan Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara. Selanjutnya Rina Asmaul dengan judul Pemanfataan Biji Picung dan Garam Sebagai Pengawet Cumi-Cumi Segar.

Anugerah video terbaik juga diberikan kepada tiga pemakalah. Pertama kepada Satriadi dengan judul Analisis Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19 Di Kabupaten Bintan. Kedua kepada Aprilia Maorin dengan judul Rancangan Pengembangan Soal AKM Fisika Materi Fluida Statis dan Pemanfaatan Quizizz sebagai Media Evaluasi Pembelajaran. Ketiga kepada Urip Tri Wijaya dengan judul Hubungan Faktor Demografi Dan Non Demografi Dengan Fertilitas Di Pedesaan Provinsi Sulawesi Utara. Secara terpisah ketua pelaksana Dr. Reza Rahmadtullah, M.Pd menjelaskan bahwa kegiatan kali ini tergolong sukses dengan bertambahnya para peserta. “Kali ini ada pemakalah yang dari Malaysia, hal ini menunjukkan bahwa Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian milik Universitas PGRI Adi Buana, semakin lama, semakin baik dan dapat dipercaya oleh para peneliti” terang Reza. (*)

 

Sumber unipasby.ac.id