Program Kalimasada Pemkot Surabaya Siap Tampung Mahasiswa MBKM

Surabaya – Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Pemerintah Kota Surabaya, Ivan Wijaya, SE melaksanakan sosialisasi di kampus Semangat PAGI, pada hari ini Kamis (17/3) berkaitan dengan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Hadir secara luring perwakilan mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Statistik serta seluruh Dekanat dan Rektorat. Peserta daring juga tidak kalah antusiasnya, dimana sekitar 542 mahasiswa juga mengikuti via aplikasi Zoom Meeting.

“Pesan pak walikota bahwa hubungilah kampus Unipa Surabaya dan UWIKA, untuk membantu sukseskan program Kalimasada, karena kampus-kampus itu besar dan mahasiswanya banyak” terang Pak Ivan dalam mengawali sambutannya.

Bahwa ada Sembilan kampus yang sekarang menjadi mitra Pemkot Surabaya dalam program MBKM-A yang tujuannya; Meningkatkan kompetensi mahasiswa dengan menambah pengetahuan dan memperkaya pengalaman nyata berbasis kerja nyata (real work), Menyiapkan lulusan yang siap bekerja sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian, Mendukung kegiatan di bidang layanan administrasi kependudukan.

“Mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya kami tawarkan untuk mengikuti Program KALIMASADA, merupakan program Kawasan Lingkungan Masyarakat Sadar Adminduk” imbuh pak Ivan. Empat layanan program Kalimasada, terdiri dari akta kematian, akta kelahiran, pindah masuk dan pindah keluar. Pemkot Surabaya membutuhkan keterlibatan semua masyarakat, baik dalam hal pengawasan maupun kelancaran layanan dari program tersebut. Mahasiswa sebagai salah satu “agent of change” diharapkan oleh pihak Pemkot untuk berperan aktif.

Mendukung program kemdikbudristek, Pemkot Surabaya sendiri meluncurkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka – Administrasi Kependudukan (MBKM-A), merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta meningkatkan kualitas layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang layanan administrasi kependudukan. MBKM-A menawarkan program Magang/Praktek kerja (4-6 bulan) dengan konsentrasi 10 kegiatan. Program Penelitian/Riset (6-12 Bulan) dengan konsentrasi 5 kegiatan.

Sambutan terakhir oleh Warek 1, Dr. Dwi Retnani Srinarwati, M.Si yang memberikan gambaran bahwa MBKM di Universitas ini sudah berjalan dengan baik, hasil terbaik pada program MSIB Batch 1 bersama Pemkot Kediri, mahasiswa Adi Buana menjadi peserta terbaik. Pada MSIB Batch 2, kampus ini juga mencatatkan keberhasilan dengan banyaknya mahasiswa yang lolos pada tahap ini.

“Jujur, MBKM tidak akan berhasil sempurna, jika kita tidak memiliki Mitra, kehadiran Bapak Ivan Wijaya baik secara pribadi maupun kelembagaan, merupakan berkah bagi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, setelah pertemuan ini, akan kami segera tindaklanjuti bersama Kaprodi, untuk bisa akses program yang dimiliki Pemkot ini” terang Ibu Dwi sekaligus menutup acara. (*)

 

 

sumber unipasby.ac.id