Sang Pendiri dalam Peristirahatan Abadi

Surabaya – Pagi ini tidak seperti biasanya, sudah beberapa hari cuaca Kota Surabaya tergolong sangat ekstrem, karena udara pada siang hari mencapai 32 derajat celsius. Senin hari ini (25/10) sudah terasa redup sejak matahari terbit, ternyata merupakan pertanda, bahwa Sang Pendiri Universitas PGRI Adi Buana Surabaya akan pergi meninggalkan kami untuk selamanya.

Prof. Dr. H. Iskandar Wiryokusumo, M.Sc, sosok kelahiran Malang 83 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1938, harus beristirahat dalam keabadian di tahun 2021 ini. Berangkat dari rumah sakit Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya, dan di sholati serta upacara proses pelepasan Jenazah Guru Besar di Masjid Luhur komplek kampus Universitas PGRI Adi Buana, dilaksanakan dengan penuh haru.

Prof Is, sapaan akrab di kampus semangat PAGI yang beliau dirikan pada 20 Mei 1971 bersama 7 orang tokoh lainnya, merupakan sosok yang dikenal gigih dan ulet. Pemikiran beliau yang dicatatkan dalam buku “Perjalanan Emas Adi Buana, dari Histori ke Nilai” yaitu Disiplin dan Memegang Teguh Azas Kekeluargaan. Disiplin waktu dan disiplin bekerja. Caranya, dengan mencontohkan perilaku beliau, untuk tetap berusaha masuk kerja, walaupun dalam usia yang tidak muda lagi. Pesan Prof Is, selanjutnya adalah ikut “handarbeni” yaitu ikut memiliki yang berarti menjadi satu keluarga Adi Buana. Menjadi satu keluarga tidak hanya menjaga bangunan fisik, tetapi juga menjaga  toleransi antar dosen dan pegawai.

Pemakaman Prof Is di Madiun,  tepatnya di Sarean Kecamatan Taman Kabupaten Madiun. Sosok Bapak Pendidikan Nasional di Indonesia, sangat layak disandang beliau. Selain Prof. Yusuf Hadi Miarso dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Prof. Sudana Degeng dari UNM  Malang. Tokoh-tokoh inilah pejuang Pendidikan Nasional di era tahun 70-an. Sebuah perjalanan panjang yang harus dilalui Prof Is untuk menyelenggarakan Pendidikan Tinggi. Periode IKIP Sarmidi Mangunsarkoro (1971-1974), Periode IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro (1974-1976). Periode IKIP PGRI Jawa Timur Koordinatorat Surabaya (1976-1985). Periode IKIP PGRI  Surabaya clan  STTL (1985-1998). Periode Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (1998 – sekarang dan mendatang).

Genap usia Adi Buana 50 tahun (Adi Buana Emas), Sang Pendiri telah tutup usia. Prof Is mempercayai bahwa Universitas ini dinyatakan “Sangat Baik” seperti pernyataan beliau dalam buku itu, di halaman 47 bait kedua kolom keempat. Keyakinan Prof. Dr. H. Iskandar Wiryokusumo, M.Sc harus kita jaga bersama, bahwa peninggalan beliau saat ini adalah dalam kondisi SANGAT BAIK, untuk hari ini, hari kedepan dan selamanya. (*)

 

Sumber unipasby.ac.id