Penyambutan dan Pelepasan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM 2021)

Surabaya – Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan sebuah program pertukaran mahasiswa dalam negeri antar pulau yang berlangsung selama satu semester. Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini memberikan pengalaman kebhinekaan nusantara dan sistem alih kredit antar perguruan tinggi yang setara dengan 20 SKS.

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, menyelenggarakan penyambutan dan penerimaan Program PMM pada Jum’at (3/9) kemarin. Sebanyak 45 mahasiswa dari luar kampus disambut oleh rektor sekaligus rencananya dihadiri Walikota Surabaya. Fasilitas yang diberikan kepada mahasiwa yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini adalah bantuan dana, transportasi, dan uang kuliah serta biaya hidup. Adapun pelaksanaanya didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Moch. Shofwan selaku penanggungjawab PMM dari kampus Adi Buana menerangkan “Angkatan pertama tahun 2021 jumlah mahasiswa yang dikirimkan sebanyak 45 orang dan yang kami kirim juga 45 mahasiswa dan tersebar di seluruh Indonesia.”

Kampus pengirim berasal dari Institut Teknologi Kalimantan, STIE Makassar Bongaya, STKIP PGRI Sumatera Barat, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Fajar, Univesitas Halu Oleo, Universitas Islam Riau, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Muhammadiyah Kupang, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Manado, Universitas Negeri Medan, Universitas Nusa Cendana, Universitas Pattimura, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Universitas Sam Ratulangi, Univesitas Tadulako, dan Universitas Victory Sorong.

“Kampus penerima terdapat enam kampus, yaitu Universitas Andalas, Universitas Islam Riau, Universitas Jambi, Universitas Negeri Medan, Universitas Pattimura, dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong” terang Shofwan.

Rektor Adi Buana dalam sambutannya menyampaikan bahwa bagi para mahasiswa yang diterima di kampus Semangat PAGI merupakan anugerah dan pilihan yang baik karena mendapatkan sharing knowledge yang berbeda, dan saat ini perlu dikembangkan pola pikir yang baru, sehingga perbanyaklah literasi-literasi yang berkaitan dengan teknologi. “Selamat berkarya pada adik-adik mahasiswa untuk mempersembahkan hal terbaik bagi negara dan bangsa, bangunlah Global Mindset, namun jati diri tidak boleh ditinggalkan” terang Subandowo.

Tommy Erfando selaku penanggungjawab PMM dari Univesitas Islam Riau yang merupakan kampus pengirim, menyampaikan bahwa networking ini mendapat fasilitas dari Kementerian, sehingga harus dimanfaatkan secara baik sebagai hubungan akademik dan non akademik. “Penanaman kesadaran dan penguatan Ke-bhinekaan melalui mata kuliah yang masuk dalam Modul Nusantara akan menjadi jalinan erat persaudaraan sehingga relasi dan networking akan makin kuat bagi mahasiswa” terang  Tommy.(*)

 

Sumber unipasby.ac.id