Wujudkan Kerukunan Beragama, Adi Buana Resmikan “Sanggar Doa”

Melengkapi agenda besar Dies Natalis ke-50 tahun Universitas PGRI Adi Buana, pada kamis ini (3/6) bertepatan juga dengan agenda rutinan Istighotsah Jum’at Legian, rektor beserta jajaranya serta Pengurus PPLP PT PGRI Surabaya meresmikan pembukaan “Sanggar Doa” yang menempati lantai 1 gedung Soelaiman Joesoef. Sanggar doa ini akan menjadi tempat beribadah jamaah Katolik dan Protestan, serta jamaah umat Hindu, yang harapannya kedepan setiap Jum’at Legian juga akan secara bersama-sama melantumkan doa untuk keselamatan dan kejayaan Universitas ini.

Ketua PPLP PT PGRI Surabaya bapak Drs. H. Sutijono, MM menyambut gembira inisiatif yang digagasnya melalui rembukan dengan pihak Rektorat dapat diwujudkan dalam waktu yang sangat cepat, sehingga tidak kehilangan momentum bersejarah dalam perayaan Adi Buana Emas seluruh civitas dapat di meresmikan tempat ibadah ini.

Hadir dalam acara ini pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya       Ust. H. Muhammad Yazid, M.Si menjelaskan, “bahwa ini wujud nyata bagi Kota Surabaya yang di tahun 2020 menjadi salah satu kota peraih Harmony Award 2020, dimana gaungnya hingga sampai ke kampus-kampus, bahwa kita adalah bagian dari masyarakat kota dengan toleransi beragama paling tinggi.” Universitas ini merupakan perintis, dengan dibukanya “Sanggar Doa” di dalam kampus, menjadikan kita sadar, bahwa untuk menuju sebuah kesuksesan seperti yang dialami oleh Adi Buana ini, tidaklah terlepas dari peran doa, imbuh Ustadz Yazid.

Peresmian “Sanggar Doa” dilakukan oleh Rektor Universitas PGRI Adi Buana bapak Dr. M. Subandowo, MS dengan diawali pemotongan pita bunga melati dibagian depan lorong menuju pintu Sanggar. Kemudian para undangan melanjutkan dengan meninjau ruangan yang terbagi atas 2 bagian, untuk ruang paling barat digunakan untuk tempat ibadah umat Kristen katolik dan Kristen Protestan, selanjutnya pada bagian tengah tersekat oleh pintu dipergunakan untuk umat Hindu. “Kami berterima kasih kepada Badan Penyelenggara, dimana secara berturut-turut pada agenda Adi Buana Emas ini, PPLP telah memberikan buku sejarah 50 tahun perjalanan Adi Buana, Laboratorium Terpadu, Adi Buana TV dan Sanggar Budaya, semoga ini menjadi pertanda bahwa kejayaan Adi Buana kedepan dapat terwujud dengan cepat” jelas Rektor. (*)